Deg,
Kalimat menggantung diantara kerongkongan,
Analisaku mempertanyakan kelihaianku,
Bagaimana mungkin berjuta kata di bumi bermain dan acapkali meminta untuk dipintal dan disambungkan.
Kekasih yang menanti ditepi barat,
Bermandikan jingga,
Sayup sayup untaian syair,
Bertalu-talu dari speaker masjid.
Seraya terdengar kalimat kebesaran memuji yang Maha segala,
Segelas air tanpa pemanis memohon untuk segera ditandaskan.
Gegap gempita malam tanpa bulan
Dirayakan dengan kemeriahan riak air suci yang saling memperlihatkan betapa jernihnya airnya
Memberikan ketenangan pada jiwa pendosa,
Mereka punya harapan akan ampunan
Harapan akan hidup yang lebih ikhlas.
Maka nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustakan
Komentar
Posting Komentar