Pada perjalan yang kumulai dari Barat.
Aku berlari kecil hingga berlari cepat dan bersungguh-sungguh,
Aku ingin segera sampai di Utara dimana negeri impianku berada.
Semakin lama aku berlari, langkahku mulai gontai.
Ragu selalu datang menemani.
Dengan rimbunnya pepohonan, aku tidak dapat melihat matahari.
Aku tidak tau lagi bagaimana menuju Utara tanpa bantuan sinar.
Semakin memasuki hutan, semakin kejam ia memelukku.
Aku tidak ingin mati disini,
Bertemankan ragu aku tetap melangkah hingga ragaku tak dapat kurasai,
Hingga jiwaku perlahan sirna,
Juga hingga matahari menenggelamkanku dalam gelap.
Aku siap tersesat.
Asal Utara akan tetap menjadi milikku.
Komentar
Posting Komentar