Penutup Hari

Aku yang terlentang berharap lelap,
Namun suara suara dikepalaku 
Membuatku terus terjaga.

Aku yang berharap menutup hari dengan tawa,
Lagi lagi terjerat badai hidup.

Bukankah manusia harus bersyukur,
Lupakah kodratmu.
Lantas jika mengeluh adalah satu satunya alasan untuk hidup
Haruskah ia kuhentikan dengan kematian.


Orang sekitar sangat sayang,
Berulang kali mengingatkan yang demikian.
Namun tahukah mereka
Bahwa alasan ku tetap bernafas karna aku masih punya keluhan yang harus dibereskan?

Sebab keluhan dan tangis 
Dipenghujung malam, menutup sehari.
Adalah alasan untuk esok bisa terbangun lagi,
Untuk hidup sehari lagi.

Hingga tidurnya akan disambut dengan tawa,
Ia telah selesai di dunia nya saatnya pulang.


Komentar