Mencari ikhlas dalam kesenyapan,
Meratapkan diri
Sembari memeluk erat dirinya.
Ruang ini adalah dirinya yang asli;
Dirinya yang tanpa anekdot lainnya,
Membiarkannya tenang
Tanpa satupun berkas cahaya menemani.
Disanalah ia tersesat
Termangu
Berteriak
Menangis meratapkan diri.
Sesekali api memercik
kala dendam dan amarah meledak ledak.
Disinilah tempatnya memantrai diri
Setiap penghujung harinya
Bahwa ia akan baik baik saja.
Dia masih memiliki dirinya.
genius!
BalasHapusTerimakasih :)
Hapusmembuat anekdot lainnya itu akan terasa sesak,
BalasHapusTapi hidup terus berjalan, dan anekdot lainnya akan menghampiri.
BalasHapus